Biarkan jariku mengetik setiap kata yang ada dalam pikiranku,
Tiba-tiba teringat tentangmu, begitu sibuknya mengelola waktuku beberapa hari ini, belajar lebih giat, beraktifitas lebih produktif, memilah-milah mana yang harus dilakukan, mana yang harus ditinggalkan, berjuang keras meninggalkan sifat malasku.
Akhir-akhir ini bangun dicepatkan, jam tidurpun dimajukan, aktifitas pagi bertambah. Alhamdulillah merasa sangat-sangat sehat. Tapi migrain (penyakit lama) menyerangku, apa yang kulakukan? Membekam kepalaku sendiri (hehe….). Beberapa hari ini gak pny waktu luang menemui kakaku minta dibekam, gak pny jadwal yang pas juga datengin klinik bekam. Tapi Alhamdulillah lebih nyaman sekarang.
Dan sekarang, aku ingin bercerita padamu saudaraku, aku punya cita-cita lebih besar dari mimpi, rasanya aku pernah berkali-kali berkata ini, tapi hanya aku yang tau apa mimpiku. Beberapa hari kemarin aku ceritakan cita-cita ini ke Abah, beliau dukung, Alhamdulillah, sekarang tinggal usahaku, ikhtiarku. Belum saatnya bagiku menceritakan setiap detail dari cita-cita ini. Ia masih tersimpan indah dalam memoryku, kamu, akan segera mengetahuinya, Insya Allah. Aku perlu dukunganmu, tapi, jikapun engkau tak bisa mendukung, mungkin akupun tak bisa mewujudkannya. Ini akan menjadi angan indah selalu.
Aku seseorang yang tak bisa diam,,, yah tak bisa diam, sesuatu kepengangguran diriku akan membuatku lebih jahil dari sebelumnya, haha…. Maafkan aku jika kamu salah pilih.
Saudaraku, aku seseorang penghayal, begitu mudah bermimpi, kadang mimpi ini membuatku tersenyum sendiri atau berbicara sendiri
Saudaraku, aku seorang yang menurutku punya banyak bakat (memuji diri sendiri). Aku punya bakat seni walaupun aku tak pernah bisa menyanyi, aku bisa menggambar, bisa melukis, bisa menulis, bisa mendongeng, bisa menjahit (membuat keterampilan aneh-aneh lah).
Satu hal, aku tak mungkin berada disini selamanya, akan mematikan kreatifitasku begitu saja. Ini cita-cita besar saudaraku, aku ingin membangun sekolah bakat, hingga aku tidak pernah mendengar seseorang berkata “Aku ini penganguran sedang aku tidak bisa membuat apapun” yap aku benci kata ini. Jika semua tempat kerja menolakmu, jika semua perusahaan berkata tidak, yap…. Berarti ada jalan lain untukmu, ada selalu ada, yakin akan hal itu.
Aku ingin medengar seseorang bisa melukis, bisa menggambar, bisa membuat kerajinan, bisa menulis, bisa berolahraga, bisa menyanyi, bisa teater, bisa bicara, bisa berdagang, bisa memasak, bisa menjahit, merancang busana. Hingga tak pernah kudengar lagi seseorang menganggur.
Heran dengan orang-orang yang putus asa, begitu gampangnya. Jika ia daftar setiap lapangan pekerjaan itu sangat banyak, kenapa dia bisa menganggur? jika dipandang bumi ini luas, kenapa ia bisa berdiam diri? Jika didata jumlah penduduk itu banyak, mengapa juga gak ada yang mengambila manfaat? Ah…. Jangan pernah berdiam, waktumu berdiam diri berarti, beribadah, berdo’a, membaca, memahami, dan menulis. Bismillah… Mari bersibuk ria
Tidak ada komentar:
Posting Komentar