Ada sesuatu yang aneh, sesuatu yang tiba-tiba muncul begitu saja, pertanyaan-pertanyaan, kenapa tiba-tiba? Gelisah… tak setenang biasanya, ada apa ini? Ada firasat tidak baik? Hmmm…. aku ingin berbaik sangka, berkhusnuzon sajalah. Ah… benar, ada yang aneh? Kenapa? Aku merasakannya, duhai apapun yang kau tutupi, taukah kamu aku terlalu perasa.
Ku ingat-ingat, kubuka-buka memory lama, apa aku berbuat salah? Hmmm… sesuatu terjadi padamu, mungkin, tapi sampai sekarang aku tak mengerti. Ah… buntu.
Mencoba mengurangi hal-hal yang melalaikanku, mencoba memperbaiki diri lebih-lebih lagi, mencoba mendekatkan diri lagi. Aku lebih tenang, ya… lebih bisa menerima apapun.
Tapi jujur aku takut, bahkan aku takut dengan ketakutanku sendiri. Takut dengan pikiran-pikiranku sendiri.
Dengan menulis ini mungkin orang lain berkata “Diriku terlalu terbuka” Tapi biarlah, toh orang tak mengerti apa yang menggelisahkanku.
Kembali, mengurai pintalan-pintalan lama, mengusik cerita-cerita yang ada, ada kesalahan. Dan ah… tersentak begitu saja, aku sempat menduakanNya, astaghfirullah…. Bukankah Ia Maha Pencemburu, ampuni duhai Pemilik Masa, takkan bisa waktu kuputar ulang, takkan bisa mengembalikan seperti sediakala.
Dan sekarang, hanya merayuMu lebih dalam lagi, memberikan proposal yang lebih bonafit lagi, memperdalam landasan teoriku lagi, mencoba meyakinkan lagi bahwa yang aku pinta InsyaAllah membuatku lebih bermanfaat.
Maafkan, wahai Maha Pemberi Maaf, takkan sanggup mengulang yang pernah terjadi, takkan sanggup. Tidak ingin kehilangan lagi Engkau lagi, pernah merasakan sakitnya, pernah merasakan gelisahnya, pernah merasakan tawa tapi hambar, tersenyum tapi hanya seberkas. Tidak…. Sekalipun tidak ingin mengulangnya lagi.
Sekarang… Sekali lagi, aku tak ingin kehilangan Engkau demi apapun, apapun itu. Janji, dan ingatkan duhai maha Pemilik diri, jika diri ini lupa. Sadarkan jika diri ini lalai akan tugas terpenting yang Engkau embankan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar