Percaya kan sebuah tulisan bisa sangat berdampak pada seseorang, hmmm…. Kadang karena membaca sesuatu bisa membuat seseorang nangis Bombay, melebihi dari menonton film India. Kadang juga bisa membuat seseorang sangat bersembangat melebihi dentuman drumband (hehe…). Bahkan sebuah tulisan bisa menginspirasi hidup seseorang begitu saja, contohnya Laskar Pelangi, gak sedikit orang-orang yang terinspirasi dari buku fenomenal tersebut. Lebih dalam lagi, sebuah tulisan bisa menyegarkan kembali iman seseorang, membuatnya lebih khusyuk lagi beribadah.
Sebuah tulisan juga bisa berdampak buruk terhadap seseorang. Tulisan bisa membuat mental seseorang menjadi bobrok? Aku mengenal seseorang yang tak perlu disebutkan namanya, tiba-tiba bermentalkan buruk karena sebuah tulisan. Yah saat itu ia hanya kelas 5 SD, sedang ia sangat gemar membaca, ia hanya anak miskin, susah buatnya membeli buku apalagi majalah anak2. Saat bertanya pada temannya, apakah temanya memiliki sebuah bacaan? Dengan mudahnya temannya menyodorkan sebuah buku, milik orangtuanya “Novel picisan” berjudul “W_ _ O SABLENG”. Duhai anak kecil yang malang, diusianya yang masih sangat muda harus membaca buku seperti itu tanpa bimbingan orang dewasa sama sekali. Apa yang terjadi pada anak itu? Hingga dewasa ia penasaran akan apa yang ia baca, hmm…. Semoga ia tidak pernah berbuat nekat mencoba mempraktikan isi buku tersebut.
Sedang dampak baik sebuah tulisan juga sangat banyak, aku tak perlu menyebutkannya satu-persatu, sepertinya semua orang punya pengalaman sendiri-sendiri, bagaimana sebuah tulisan bisa mengubah mereka dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa, dai malas menjadi rajin, dari sedih menjadi tenang atau mungkin senang, dari tidak yakin menjadi yakin. Banyak sekali bukan?
Aku ingin bicara tentang “Indahya persaudaraan dalam tulisan” Maksudku begini, sebuah tulisan yang engkau baca hari ini, mungkin membuatmu lebih bersemangat dari sebelumnya, tapi taukah kamu siapa yang mebuat tulisan tersebut? Hmmm… Bahkan terkadang itu hanya share dari seorang teman, bahkan terkadang kitapun hanya mengenal teman tersebut dari dunia maya.
Mereka yang menulis mungkin tidak menyadari, sampai kemana tulisan yang ia buat? sampai kapan tulisan itu dibaca? siapa saja yang mengomentari? Apa dampaknya terhadap seseorang?
Tapi begini, banyangkan jika suatu hari di padang mahsyar ada seseorang yang ditanya begini
“Apa yang mebuatmu begini”
“Yang membuatku begini adalah sebuah tulisan yang aku baca, tulisan itu membuat aku begini, dan begini, kemudian akhirnya begini”
Sekarang bayangkan jika tulisan itu berdampak buruk pada seseorang, hmm…. Siapa si penulis? Kapan ditulis? Atas dasar apa ditulis? Kemudian siapa penyebar tulisan? Terus diruntut hingga akhirnya sampai pada pembaca. Hmm… Azab apa yang mereka peroleh??
Dan bayangkan pula jika tulisan itu berdampak baik pada seseorang, pertanyaan nya akan sama-sama diruntut, dari penulis pertama, penyebar kedua, dan seterusnya hingga sampai pada pembaca. Nikmat apa yang mereka peroleh?
Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (Az-Zalzalah :7-8)
Rajin-rajinlah membaca tulisan yang akan berdampak baik, dengan men-sharenya pada teman-temanpun akan berdampak baik, dan terus diruntut tetap akan berdampak baik. Insya Allah.
Walaupun kita tidak saling mengenal, tidak pernah berbincang lama, tidak pernah bertatap muka, bahkan mungkin tidak pernah tahu nama, tapi yakinlah sesuatu yang diawali dengan yang baik, akan berbuah baik pula. Pada suatu hari nanti kita akan dipertemukan dengan penuh cinta, dipertemukan karena perbuatan-perbuatan kita, karena bacaan kita, karena tulisan kita, seolah kita telah mengenal lama, selayaknya saudara. Indahkan sebuah persaudaraan karena tulisan. \^_^/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar